Your Vox

Di Sulut Baliho Kampanye Dipajang dengan Bangga di Lingkungan Pendidikan

Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di Sulawesi Utara (Sulut), tujuh kabupaten dan kota akan menggelar pemilihan serentak. Selain pemilihan Bupati dan Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota, juga akan bersamaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub).

Tujuh kabupaten dan kota itu, di antaranya Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Minahasa Utara (Minut), juga Minahasa Selatan (Minsel). Untuk Pemilihan Kota (Pilwalkot) ada Manado, Bitung dan Tomohon, serta ada Pilgub Sulut.

Sedangkan kampanye para kandidat akan dimulai pada 11 Juli sampai 19 September. Lamanya kampanye hanya 81 hari, sedangkan pelaksaan pemungutan suara jatuh pada 23 September nanti.

Seiring itu, berbagai upaya dilakukan para kandidat untuk mendapatkan suara masyarakat. Beberapa cara itu, seperti kunjungan atau pertemuan tatap muka, mengiklankan lewat media massa, juga memanfaatkan berbagai atribut kampanye untuk ditunjukan di ruang publik.

Adapun cara alternatif melalui penempelan atribut kampanye seperti stiker, poster, juga baliho. Sesuai aturan Badan Pengawadan Pemilu (Bawaslu) pemasangan atribut kampanye hanya berlaku di sejumlah ruang publik, tapi tak semua titik publik jadi wadah kampanye.

Beberapa tempat yang tak masuk akal jadi saluran kampanye diantaranya fasilitas kesehatan, lingkungan pendidikan, rumah ibadah, kantor instansi pemerintah, dan kendaraan umum.

Namun, ada kekonyolan dari salah satu cara kandidat dalam upaya meraih suara itu. Lingkungan pendidikan jadi sasaran saluran politik, sejumlah baliho dipajang dengan bangga di beberapa sekolah di Sulut, bahkan di Sekolah Dasar pun terpampang. Padahal kebanyakan anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu tak mengerti dasar-dasar politik, kan konyol.

Sampai sekarang ini, wajah-wajah dalam baliho itu masih tersenyum bangga dipajang di lingkungan sekolah dasar. Bawaslu Sulut pun tak tahu sudah melihat kerisihan itu atau belum, atau sudah, tetapi mungkin ada sesuatu dalam lain hal yang menghambat tindakan mereka.

Rio S. Fabanyo
Makhluk entah-berentah yang ingin berdamai pada dirinya sendiri

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Your Vox