Voxday

Mahasiswa Unima Bikin Hand Sanitizer Dari Cap Tikus

Mahasiswa jurusan Ilmu Kimia di Universitas Negeri Manado (Unima) Sulawesi Utara (Sulut), membuat hand sanitizer dengan bahan dasar cap tikus dari Langowan kabupaten Minahasa.

Dosen Unima, Wilson Rombang, mengatakan hand sanitizir yang mereka buat berbahan baku cap tikus asal Langowan, yang kandungan alkoholnya masih 45 sampai 50 persen.

Rombang pun mengungkapkan, pembuatan hand sanitizer dari cap tikus ini dilakukan karena alkohol medis saat ini sulit ditemukan di pasaran.

Inovasi dari mahasiswa dan dosen Ilmu Kimia ini mendapat apresiasi Rektor Unima, Paulina Runtuwene.

“Kami dari pihak kampus sangat mendukung penuh para mahasiswa ini, yang dibantu juga para dosennya yang berinovasi membuat hand sanitizer dari kearifan lokal tanah Minahasa yakni Cap Tikus,” kata Runtuwene pada genpi.co

Paulina juga mengatakan, untuk sekarang pembuatan hand sanitizer hanya sebatas pemakaian di lingkungan kampus, sembari melihat kemungkinan menambah jumlah produksi sesuai dengan kebutuhan.

Wabah covid-19 memang bikin lenyap hand sanitizer di pasar dan toko-toko ritel. Kalau hand sanitizer berbahan dasar alkohol dengan kearifan lokalnya, ternyata juga mampu bikin telapak tangan kita bersih, lantas apa lagi yang ditahan-tahan?

Siapa tahu, gara-gara hand sanitizer cap tikus, penyebaran virus corona lewat telapak tangan semakin terminimalisir.

Semoga dapat respons bagus dan di-Up oleh pemerintah provinsi.

 

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Voxday