Your Vox

Soal Batik Politis Sekolah, Usop Bertanya Pada Gurunya

So, terkait tulisan sebelumnya mengenai Usop, setelah menjalani proses berpikir panjang, saya memutuskan harus melanjutkannya. Mengingat juga fungsi voxdoc.id sebagai media alternatif.

Oke, jadi begini..

Soal ketidakpuasan Usop yang batik sekolahnya dinodai politikus, tak berhenti sampai di tulisan sebelumnya. Ternyata saking penasarannya, ia sampai bertanya-tanya pada para guru di sekolahnya.

Kemarin lalu, si Usop mengirim Voice Note di Whatsapp saya yang berisi percakapan orang-orang membahas batik kampanye tersebut. Setelah ditanya, ternyata suara dalam VN itu merupakan suara Usop sendiri dan guru di sekolah.

Begini percakapannya…

“Bu, kenapa baju batik kami ada tertulis slogan partai sih?,” tanya Usop.

Rupanya salah satu guru itu, sering mengalihkan pertanyaan si Usop yang penuh penasaran itu, si guru Usop hanya menjawab begini…

“Tak usah berpikir begitu, kamu kan masih siswa, nanti kalo sudah lulus baru terserah mau apa saja, berpikir positif saja.”

Setelah didengar ucapan gurunya, saya jadi bingung sebenarnya fungsi guru: sebagai pendidik atau membuat seorang murid jadi kebingungan? Kan jadi kasihan sama si Usop nantinya tak bisa tidur nyenyak.

Si guru melanjutkan, baju ini bukan pemberian gratis dari pemerintah, tapi mereka hanya memberi motif.

“Pemerintah hanya memberi motif seperti itu, terserah kalian mau bikin di mana,” jelasnya.

Sanggah Usop, tapi sekarang ini sementara masa pilkada, adanya seragam motif begini jadinya ganjil, misalkan kalo itu adalah kampanye terselubung kan jadinya tak elok.

“Tak usah pikir-pikir begitu, berpikir saja kalau di sekolah diwajibkan pakai seragam itu, tak usah berpikir ulah partai,” jawab si guru, masih sama dengan jawaban yang membingungkan.

Usop menyesalkan, tapi slogan pada motif seragamnya tak sesusai dengan sikapnya. Kata Usop “Selesaikan kemiskinan apanya, kok memperjualbelikan seragam sekolah, dan membebani kami dengan biaya seragam itu.”

Sembari tertawa, Usop menyambung “Jadi misalkan nantinya gubernur kami diganti apakah juga diganti seragamnya?”

Dan seterusnya, guru tersebut hanya membuat si Usop semakin tak karuan, sebab memberi  jawaban yang begini-begitu, tanpa penjelasan yang jelas dan tak mendidiknya jadi pandai. Jadinya, hasil dari percakapan itu tak memenuhi rasa penasarannya, malah Usop jadi tambah kebingungan, termasuk saya :’)

 

Rio S. Fabanyo
Makhluk entah-berentah yang ingin berdamai pada dirinya sendiri

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Your Vox