Your Vox

Usop Risih, Batik Sekolahnya Dinodai Politikus

Tulisan ini ditulis karena barusan saya tersedak ketika menyeruput kopi.

Jadi, begini ceritanya. Ketika menyeruput kopi, saya tercengang memandang foto yang dikirim dari salah satu murid sekolah. Di dalam foto itu, terlihat seorang yang memakai seragam batik, tertulis rapih salah satu program politikus di lengan bajunya.

Sebut saja dia Usop.

Si Usop mengirim foto tersebut, lalu berkata “seragam batik sekolahku ada tertulis slogan salah satu politikus, ini seragam sekolah atau sepanduk partai sih.”

Saya pun penasaran, apa betul di sekolahnya itu memakai seragam sekonyol itu. Lalu saya meminta kontak whatsapp si Usop.

Setelah ditanya-tanya, ternyata Usop merupakan salah satu dari murid SMK di Sulawesi Utara (Sulut). Aturan pemakaiam batik itu, kiranya dimulai sejak 2017. Sebelumnya mereka memakai seragam batik khas sekolah, namun entahlah apa yang merasuki pihak sekolah sehingga mengadakan batik politis itu.
“Batik politis itu saya beli kak, kurang lebih seratusan ribu, sudah lupa soalnya,” kata Usop.

Usop pun menyesalkan, seragam politis itu tak sesuai dengan program yang digaungkan, katanya selesaikan kemiskinan, kok menjual batik di anak sekolah sih?

Saya juga jadi lawak dari ulah konyol para politis itu. Soal seragam itu memang parah sekali yah… Tetapi sebelum itu, saya juga dikejutkan dengan baliho yang berceceran di beberapa sekolah di Sulut, bahkan di Sekolah Dasar pun ada loh!

Lucunya, sikap para politikus itu tak sesuai dengan program yang digaungkan. Masa sih, menjual baju sekolah? Masa sih, lingkungan sekolah jadi wadah kampanye? Duh.. Memang konyol betul orang-orang itu.

Kalo jadi mereka, alangkah baiknya, uang dari baliho itu disumbangkan di beberapa anak yang tak bersekolah, kan lebih bijak dibanding membuat baliho konyol itu. Tapi soal baju itu, sebenarnya apa sih maksud kalian?

Apakah seragam itu merupakan bisnis atau kampanye terselubung kalian atau apa sih?, tapi setahu saya kalian pasti memiliki isi kantong yang tebal kan?, bisa dilihat sih dari banyaknya baliho itu, bahkan sampai-sampai terpampang di Sekolah Dasar.

Mirisnya, mereka yang bersekolah bahkan sampai SMA/SMK tak semuanya paham dengan politik praktis. Mereka masih buta dengan hal-hal yang berbaur politik. Apalagi yang masih duduk di Sekolah Dasar, apakah mereka paham dengan dasar-dasar politik?
Memang dasar kalian para politikus..

Editor: Indri Karundeng

Rio S. Fabanyo
Makhluk entah-berentah yang ingin berdamai pada dirinya sendiri

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Your Vox