Voxday

Eksploitasi dan Perusakan Habitat Satwa Liar Picu Berbagai Penyakit

Ternyata, perlakuan buruk terhadap hewan adalah pemicu munculnya beragam zoononis atau penyakit yang menular dari hewan ke manusia. Hal itu diketahui sebagai pencetus virus sebagaimana yang terjadi dengan Covid-19 yang sementara ini menggerogoti dunia.

Dilansir royalsocietypublishing.org dalam riset berjudul “Global shifts in mammalian population trends reveal key predictors of virus spillover risk” Christine K. Johson menjelaskan bahwa perpindahan virus ke spesies lain terjadi ketika ada kontak dekat yang memungkinkan penularan antara hewan yang terinfeksi ke orang yang rentan.

Hewan dalam kontak dekat bisa menyebarkan virus pada manusia melalui pernapasan atau kontak melalui kotoran, urin dan darah.

Christine bersama timnya mengumpulkan 142 data virus yang telah menyebar ke manusia dan hewan yang diduga sebagai inang atau sumber virus tersebut. Untuk menyelidiki penularan virus hewan ke manusia mereka memeriksa kecenderungan penyebaran spesies, risiko kepunahan dan faktor-faktor lain yang bisa menyebabkan penurunan jumlah populasi satwa.

Ia menerangkan, mereka ingin meneliti lebih lanjut apa penyebab berlimpahnya patogen-patogen atau parasit yang menimbulkan penyakit. Banyak penelitian telah menyelidiki langsung dari virusnya, beberapa juga sudah menyelidiki faktor inang, namun belum ada yang melihat apakah kecenderungan kelimpahan spesies merangsang resiko spillover atau penyebab lain yang tampaknya tidak berhubungan.

Para peneliti menyatakan, hasil ini memberikan pandangan dunia risiko spillover, mengaitkan kecenderungan kelimpahan spesies dengan kemungkinan mereka menyebarkan virus pada manusia.

Hasil dari penelitian mereka pun menunjukkan bahwa eksploitasi terus-menerus terhadap alam seperti perburuan, perdagangan, penebangan hutan serta urbanisasi ini telah menurunkan populasi hewan dan juga menyebabkan penyakit yang dapat menular ke manusia.

Dikutip nationalgeographic.grid.id, Christine menuturkan, ketika habitat alami berkurang, satwa liar melakukan kontak lebih dekat dengan manusia. Satwa liar juga menggeser distribusi mereka untuk mengakomodasi kegiatan antropogenik dan modifikasi rupa alam.

Dari data terbaru, mereka melaporkan bahwa maraknya eksploitasi hewan yang menyebabkan kontak kepada manusia dapat membantu pihak berwenang mempersiapkan dan mencegah wabah penyakit.

Christine mengatakan, munculnya penyakit yang terjadi di mana-mana dapat memengaruhi kita semua dan perlu tahu dampaknya untuk menemukan cara yang lebih berkepanjangan dalam hidup berdampingan dengan alam.

“Semoga kita dapat mengubah pemikiran dari respon pandemi menjadi pencegahan pandemi,” harapannya.

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Voxday