Editor's PickVoxday

Masyarakat Resah dengan Aktifitas Masuk-Keluarnya Karyawan PT. MSM di Kalinaung Minut

Masyarakat Kalinaung, Minahasa Utara (Minut) dibuat resah. Selain diganggu wabah virus corona, mereka diganggu aktifitas karyawan PT. Maeres Soputan Mining (MSM).

Perusahaan tambang ini sebelumnya sudah berkali-kali didemo warga dan perangkat desa setempat karena pengelolaan limbah yang asal-asalan dan tidak bertanggung jawab.

Panglima Besar Aliansi Doyot Linekepan (ADL), Meybi J Nelwan mengatakan bahwa para karyawan sampai saat ini masih keluar-masuk melintas dan turun ke pemukiman.

“Padahal sudah didemo masyarakat dan para Hukumtua (Kepala Desa), namun sampai saat ini mereka masih keluar masuk,” tambah Meybi.

Masyarakat desa Kalinaung, kecamatan Likupang Timur pun telah mengunjuk rasa di depan PT. MSM tadi pagi (14/4), lalu, aksi tersebut dibubarkan aparat.

Meybi menyesalkan, sepertinya tindakan pembubaran dari aparat itu terkesan lebih berpihak terhadap PT. MSM daripada masyarakat yang sebenarnya harus dilindungi karena takut akan bahaya Covid-19 ini.

Perlu diketahui sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) No. 9 Tahun 2020 Tentang Pedoman Penetapan PPSB bahwa peliburan tempat kerja diganti dengan kerja bekerja di rumah. Memang, dikecualikan untuk aspek industri.

“Namun adakah yang menjamin mereka negatif atau positif terjangkit corona?,” Panglima ADL tersebut menyayangkan tindakan pihak berwenang yang lebih condong ke perusahaan tanpa melihat potensi dampak wabah terhadap warga setempat.

Meybi semakin kecewa. Alih-alih didengarkan, warga ditakuti dengan senapan aparat.

Rio S. Fabanyo

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *