Your Vox

Mengkaji Dampak Covid-19 Terhadap Manajemen Perkotaan

Sebagian besar Negara di Dunia sedang menghadapi bencana nonalam dengan adanya Virus Corona (COVID 19) yang pertama kali muncul pada penghujung tahun 2019 di Wuhan, China. Virus ini menyebar sangat cepat dan masuk ke Indonesia pada februari 2020 melalui salah seorang turis yang berasal dari jepang dan berkunjung ke Indonesia. Penyebaran virus ini sangat cepat dan cukup sulit untuk di deteksi karena ada yang masuk dalam klasifikasi orang tanpa gejala (OTG). Dalam pandemic COVID 19 ada beberapa klasifikasi yaitu orang dalam pemantauan (ODP), orang tanpa gejala (OTG), pasien dalam perawatan (PDP) dan positif.

Semenjak kejadian itu, kasus positif covid 19 semakin bertambah dengan pesat. Dalam kurun waktu 2 bulan, kasus positif covid 19 hampir menyentuh angka 10.000 orang yaitu pada april 2020.  Corona Virus Dissease 2019 (COVID 19) ditetapkan Presiden Joko Widodo menjadi Bencana Nasional dengan Keputusan Presiden. Keppres 12 Tahun 2020 tentan Penetapan Bencana Nonalam ditetapkan Presiden di Jakarta pada tanggal 13 April 2020. Dari hal diatas, dapat dilihat bahwa Indonesia belum siap dalam menghadapi bencana nonalam baik dari segi pemerintah maupun masyarakat padahal pada APBN/APBD telah direncanakan biaya untuk dana darurat.

Sebagai  kesatuan dari Indonesia, Kota Manado pun menjadi sasaran virus ini dengan muncul kasus pasien 01 SULUT yang merupakan warga Kota Manado yang memiliki riwayat perjalanan dari Arab Saudi. Hingga sekarang (mei 2020), perlahan angka positif mulai bertambah karena masih berdatangan orang dari luar kota maupun luar negeri dan tidak melakukan isolasi mandiri sesuai dengan anjuran WHO.

Dalam situasi pandemi seperti sekarang ini tentu sangat berpengaruh dalam seluruh pekerjaan terkhususnya dalam hal manajemen perkotaan di Kota Manado yang akan saya uraikan berikut:

  1. Perekonomian

Dengan terjadinya pandemi corona virus yang penyebarannya sangat cepat maka beberapa kegiatan yang mengumpulkan orang harus dihentikan. Maka dari pada itu kegiatan sector pariwisata, perdagangan barang dan jasa, bahkan perkantoran harus di batasi atau di tutup untuk sementara waktu. Hal ini dilaksanakan sesuai dengan anjuran pemerintah untuk tetap dia dirumah saja, menjaga jarak dan kebersihan diri maupun lingkungan. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa kota Manado merupakan Ibukota Sulawesi Utara hingga kegiatan perekonomiannya terpusat pada perdagangan barang dan jasa, dan pariwisata. Dengan situasi pembatasan oleh pemerintah maka perekonomian menurun.

  1. Psikis masyrakat

Psikis masyarakat ditengah pandemic tentu sangat terpengaruh karena tidak adanya antisipasi dari Pemerintah maupun lembaga terkait mengenai bencana nonalam yang akan melanda Indonesia. Hal ini sangat terasa apalagi pada wilayah penduduk yang sumber daya manusianya rendah. Pemerintah telah menganjurkan pihak gugus tugas COVID 19 untuk tidak memberikan data pribadi kasus postif corona terhadap masyarakat. Hal ini cukup membantu tetapi untuk pasien 01 SULUT yaitu warga Kota Manado, data pribadinya bocor kepada masyarakat dan membuat pasien bahkan keluarga pasien harus menerima cibiran dari masyrakat di lingkungannya. Hal ini tentu sangat mengganggu dan membuat pasien maupun keluarga pasien lebih cemas dan membuat imun menurun. Dalam pandemic seperti ini dibutuhkan masyarakat untuk saling support supaya kita bias kuat bersama dalam melawan virus corona.

Selain itu, ada juga kelakuan masyarakat yang memeriksakan diri dan tidak mau mengaku kepada pihak kesehatan bahwa memiliki riwayat perjalanan dari transmisi lokal. Beberapa hari kemudian ia dinyatakan positif corona dan pihak kesehatan yang memerikanya tidak memakai APD sehingga sangat besar kemungkinan untuk terpapar virus juga.hal ini banyak terjadi pada dokter praktek maupun di klinik kesehatan.

  1. Pembangunan fisik kota

Pembangunan fisik kota seperti infrastruktur perkotaan harus dihentikan terkecuali untuk pembangunan fasilitas kesehatan. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan bagi pekerja. Dengan demikian, pembangunan yang telah direncanakan akan mengalami penghambatan dalam segi waktu.

Selain itu, pemerintah harus mengeluarkan anggaran berdasarkan APD dalam keadaan mendesak bagi masyarakat yang merasakan dampak virus corona yang kemungkinan anggaran tersebut sudah direncanakan untuk pembangunan dikemudian hari.

  1. Fasilitas Kesehatan

Di Kota Manado fasilitas kesehatan yang dibutuhkan untuk rujukan pasien virus corona sudah terpenuhi, tetapi tidak untuk alat pelindung diri (APD) karena hanya bisa digunakan sekali pakai dan persediannya terbatas. Selain itu, tenaga medis di Kota Manado untuk penanganan COVID 19 belum memadai. Hal ini membuat tenaga medis kewalahan untuk menangani pasien positif maupun pasien dalam pengawasan.

  1. Pendidikan

Dalam situasi pandemic kegiatan persekolahan maupun perkuliahan harus digantikan serba online. Sejak maret 2020, Gubernur Sulawesi Utara Mengengeluarkan surat edaran untuk belajar dari rumah. Kegiatan belajar online tentunya tidak seefektif belajar langsung di sekolah maupun universitas. Karena sebagian besar masyarakat belum tentu paham dengan penggunaan virtual aplikasi pembelajaran disetiap sekolah maupun universitas. Sehingga membutuhkan penampingan dari orang tua untuk anak sekolah SD dan SMP dan mengeluarkan lebih banyak biaya untuk internet padahal dalam posisi tidak bekerja. Tetapi, ada beberapa sekolah dan universitas di Kota Manado yang memberikan bantuan berupa kuota internet tetapi belum memenuhi untuk kebutuhan 3 bulan kegiatan belajar dirumah diterapkan karena beberapa tenaga pendidik memberikan pembelajaran menggunakan metode yang membutuhkan kapasitas internet yang besar.

  1. Tunawisma

Untuk point ke-enam ini mungkin jarang dibahas oleh orang lain.  Tetapi sebagai calon seorang planner harus memikirkan sampai pada tunawisma. Dalam situasi seperti kita dianjurkan untuk tetap dirumah saja tetapi bagaimana dengan tunawisma di Kota Manado. Mereka tidak mendapatkan penanganan dari pemerintah maupun dari intansi kesehatan dalam hal mencegah mereka terpapar dari virus corona.

Dalam hal memanajemen sebuah kota disituasi pandemic memang tida mudah. Tetapi ini bias lebih ringan jika seluruh instansi/lembaga pemerintah bekerja sama dan mengelurkan kebijakan yang searah dalam hal memutus rantai pandemic COVID 19. Selain beberapa dampak diatas, ada juga dampak postif yang bisa kita rasakan disituasi pandemic yaitu masyarakat lebih sadar akan pentingnya hidup sehat dan bersih, serta kita bisa lebih belajar menggunakan teknologi sebagai sarana pembelajaran dan komunikasi seperti membuat diskusi via internet maka kita telah menjadi orang yang berada di industri 4.0 yang sselalu disosialisasikan oleh pemerintah, orgaisasi kepemudaan, dan intansi lainnya.

Penulis : Reyna Modeong, Mahasiswa PWK Unsrat, aktif di PMII Kota Manado

Yourvox adalah laman yang didedikasikan mereka yang ingin mewacanakan keresahannya dan beropini tentang kondisi terkini. Hubungi admin di sini untuk bercakap lebih lanjut dan mengirimkan tulisan.

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Your Vox